Mainan Edukasi Kayu

Mainan Balita Balok Kayu Susun Pembangunan

Berisi 100 pcs balok kayu natural aneka bentuk untuk melatih sensorik dan motorik serta mengasah kreativitas dan daya eksplorasi anak dalam menyusun dan merancang bangun...

Jenis-Jenis Bakat Anak Ternyata Berasal Dari Kecerdasan dan Mainan

sebutik.com - Anak tidak hanya identik dengan mainan tetapi juga melekat yang namanya bakat. Membahas mengenai bakat, ternyata ada korelasi atau suatu hubungan yang erat antara kecerdasan, bakat dan mainan anak. Hal ini ditunjukkan dengan pengertian bakat itu sendiri yang berarti potensi yang besar di suatu jenis kecerdasan.

Jenis-Jenis Bakat Anak Ternyata Berasal Dari Kecerdasan dan Mainan


Sementara kecerdasan itu sendiri terbagi menjadi beberapa aspek, yaitu kecerdasan logika dan matematika, kecerdasan bahasa, kecerdasan visual-spasial atau imajinasi, kecerdasan kinestetik atau fisik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal atau sosial, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan finansial. Ini berarti bahwa bakat seseorang bisa mengarah pada salah satu bagian kecerdasaan tersebut.

Berdasarkan cara berfungsinya, bakat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: 


1. Bakat yang berhubungan dengan kemampuan atau kemahiran di bidang pekerjaan tertentu, seperti bakat musik.

2. Bakat khusus tertentu yang diperlukan sebagai perantara untuk mewujudkan kemampuan tertentu. Misalnya bakat melihat ruang (dimensi) diperlukan untuk mewujudkan bakat insinyur.

Pembagian dua jenis bakat ini selaras dengan pendapat bahwa bakat bukanlah merupakan sifat yang tunggal, melainkan sekelompok sifat yang berkumpul dan membentuk bakat. Misalnya dalam bakat musik, syarat terwujudnya bakat musik tersebut harus didukung oleh kemampuan persepsi musik, yaitu kepekaan akan nada, kepekaan akan keserasian nada, kepekaan akan volume suara, dan kepekaan akan ritme atau irama.

Selanjutnya, sifat-sifat tertentu tersebut ada yang saling tergantung dalam membentuk suatu bakat, sehingga tanpa hadirnya suatu sifat, bakat tertentu tidak akan muncul. Tetapi ada pula yang tidak tergantung, misalnya kemampuan bersuara bagus tidak diperlukan bagi bakat mencipta musik pada seseorang.

Artikel terkait:
4 Hal Penting Dalam Mengembangkan Bakat Anak
14 Manfaat Membacakan Cerita atau Mendongeng untuk Anak
15 Cara Merubah Perilaku Anak Nakal Dalam 2 Bulan

Bakat juga digolongkan menurut fungsi dan aspek-aspek yang terlibat dan yang terlihat dalam berbagai macam prestasi, yaitu: 


1. Bakat psikofisik
Bakat psikofisik adalah kemampuan yang berakar pada jasmaniah sebagai dasar bakat tersebut. Seperti kemampuan motorik, ketangkasan, kekuatan badan, kelincahan jasmani, keterampilan jari, dan anggota tubuh lainnya.

2. Bakat kejiwaan yang bersifat umum
Bakat kejiwaan yang bersifat umum adalah kemampuan ingatan daya khayal atau imajinasi dan inteligensi.

3. Bakat kejiwaan yang khas dan majemuk
Bakat kejiwaan yang khas adalah bakat yang terarah pada suatu bidang yang terbatas, seperti bakat bahasa, bakat melukis, bakat musik, bakat seni, bakat ilmu, dan lain-lain. Sedangkan bakat majemuk seperti bakat hukum, bakat pendidik, bakat psikologi, bakat kedokteran, bakat ekonomi, bakat politik, dan lain sebagainya.

4. Bakat yang lebih berdasarkan pada alam perasaan dan kemauan
Bakat yang berdasarkan alam perasaan dan kemauan adalah bakat yang berhubungan dengan watak, seperti kemampuan bersosial, kemampuan mengasihi, kemampuan merasakan dan menghayati perasaan orang lain, dan sebagainya.


1. Faktor Intern

a. Faktor Bawaan (Genetik)
Faktor ini merupakan faktor yang mendukung perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi melalui fisik maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya. Faktor hereditas sebagai faktor pertama munculnya bakat. Dari segi biologi, bakat sangat berhubungan dengan fungsi otak. Bila otak kiri dominan, segala tindakan dan verbal, intelektual, sequensial, teratur rapi, dan logis. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik dan artistic serta atletis.


b. Faktor kepribadian
Faktor kepribadian yaitu keadaan psikologis dimana perkembangan potensi anak tergantung pada diri dan emosi anak itu sendiri. Hal ini akan membantu anak dalam membentuk konsep serta optimis dan percaya diri dalam mengembangkan minat dan bakatnya.

2. Faktor Ekstern

a. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan olahan dari berbagai hal untuk mendukung pengembangan minat dan bakat anak. Faktor lingkungan terbagi atas :
- Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan tempat latihan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman, karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling penting bagi anak.
- Lingkungan sekolah
Suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar kondusif yang bersifat formal.
Lingkungan ini sangat berpengaruh bagi pengembangan minat dan bakat karena di lingkungan ini minat dan bakat anak dikembangkan secara intensif.
- Lingkungan sosial
Suatu lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Di lingkungan ini anak akan mengaktualisasikan minat dan bakatnya kepada masyarakat.

Produk terkait:
Grosir Mainan Edukatif Anak
Toko Mainan Anak dan Bayi Jogja

Hal-hal yang perlu dicermati dalam mengembangkan minat dan bakat anak antara lain:


a. Mengikuti minat teman
Usia balita adalah masa perkembangan yang ditandai dengan solidaritas tinggi terhadap teman-teman sebayanya. Anak yang kurang memahami siapa dirinya, memiliki kebutuhan yang besar untuk berada dan diakui dalam kelompoknya.

Hal ini seringkali membuat anak mengikuti minat temannya, memilih bidang yang sebenarnya kurang sesuai dengan bakat serta minat pribadinya. Untuk memilih bidang-bidang yang akan dikembangkannya, anak perlu berdiskusi, mencari masukan dan bertukar pikiran dengan orang tuanya.

b. Penelusuran minat & bakat secara dangkal

Memperhatikan kelebihan dan minat anak membutuhkan usaha yang serius dan berkesinambungan. Penelusuran dan penjajakan yang dangkal dapat menyesatkan, misalnya:
”Saya merasa bakat saya di bidang musik karena saya suka sekali mendengar musik”.
”Saya suka traveling dan kelihatannya menyenangkan menjadi pemandu wisata, bisa jalan-jalan makanya saya akan memilih sekolah pariwisata”,

Alasan-alasan untuk memilih studi lanjutan sebagaimana contoh di atas tidak cukup kuat, dan membutuhkan penelusuran yang lebih jauh, baik untuk bidang studi yang akan dipilih maupun dari kemampuan, minat serta kepribadian anak.

Dengan mengembangkan minat dan bakat serta memberikan bimbingan karir sejak dini, anak akan semakin menyadari mengenai apa yang ia suka dan mampu lakukan, dan akan menjadi lebih jelas pendidikan atau pekerjaan apa yang mungkin akan ditekuninya disertai dengan pemahaman tentang kekuatan dan kelemahannya, sehingga ia bisa menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan diri untuk menggapai impiannya.

Bakat dan minat hanya dapat diketahui dari diri sendiri. Faktor yang mempengaruhi bakat dapat diperoleh dari faktor keturunan, belajar dan latihan. Bakat dan minat erat kaitannya, setelah mengetahui bakat yang ada pada diri tentunya kita juga harus meminatinya dengan cara mau berusaha untuk mempelajari bakat yang ada dalam diri kita.

Minat seseorang mengenai suatu bidang bisa muncul dimulai karena tahu, kenal, dan kemudian merasa tertarik untuk mengetahui seluk beluk bidang tersebut secara lebih mendalam.

Kesempatan adalah waktu, karena ia hanya datang sekali, kesempatan adalah peluang, karena anda dapat mengambil atau mengabaikannya. Kesempatan adalah keluasan, karena ia membuka jalan-jalan baru dimasa depan.

Dihadapan anda berjajar pintu-pintu kesempatan tak terhingga yang terbuka lebar. Karenanya, putuskanlah yang terbaik bagi anda. Nasib tidak memihak pada siapa-siapa melainkan pada keputusan anda.

Kata pepatah : matahari pagi takkan terbit dua kali untuk membangunkan orang yangtertidur nyenyak. Kesempatanpun takkan mengetuk dua kali agar anda mau membukakan pintu keputusan anda. Bila, toh ia datang lagi, ia menampakkan wajah yang berbeda. Dan , kesempatan terbaik yang anda miliki adalah hidup yang hanya sekali ini. Pergunakanlahkesempatan itu sebaik-baiknya.(minat dan bakat)

Artikel terkait lain:
7 Hal Penting Dalam Memilih Mainan Anak
12 Manfaat Mainan Edukatif Untuk Kecerdasan Anak

Menerima Bakat Anak


Apa yang dilakukan orang tua ketika melihat dan mengetahui kalau bakat anak tidak tidak sesuai dengan keinginan dan harapan orang tua? Kecewa? Tentu, namun anak akan lebih kecewa jika orang tua menolak dan menerima apa yang telah menjadi pilihan anak. Namun jika bakat anak menyimpang, orang tua boleh memberikan saran dan masukan kepada sang anak. Jadi apapun pilihan anak jika itu masih dalam batas kewajaran dan bisa membantu anak menjadi yang terbaik bagi dirinya dan keluarga, tidak ada salahnya jika orang tua menyikapinya dengan baik dan bijak bukan dengan melarangnya

Bakat Pilihan
Masih juga kecewa dengan bakat yang mendorong munculnya cita-cita sang anak? Cobalah berikan pilihan sejak dini, bakat anak muncul karena beberapa faktor, misalnya dari genetik orang tua dan dari pola bermain anak.

Jika bakat orang tua menggambar maka anak cenderung akan melakukan hal yang sama namun semua itu bisa diarahkan ke bakat yang lainnya sesuai dengan pola dan tumbuh kembang sang anak dalam bermain dab belajar

Kembangkan Bakat Anak Dengan Latihan


Orang tua adalah supporter terdekat yang selalu siap mendorong dan mensupport anak, berikan dorongan dan support untuk menumbuhkan bakat anak secara optimal dengan memberikan latihan atau mengikuti berbagai lomba untuk menunjukkan prestasi dari bakat yang dimiliki oleh sang anak. Dengan melakukan cara tersebut maka bakat anak akan selalu terasah dan mewujudkan cita-citanya kelak sesuai dengan bakat yang dimilikinya

Mengenali bakat anak. Bloom menemukan bahwa langkah pertama orang tua 'adalah mengenali bakat unik anak mereka. Anak-anak biasanya menunjukkan bakat luar biasa dalam satu atau dua bidang saja, jarang yang berbakat dalam segala hal.

Jadi perhatikan dimana bakat anak Anda (mungkin bermain piano, komputer, geologi, biola, sejarah, matematika, memasak, sepak bola, dan lain-lain)
Mendukung anak bergairah melakukan kegiatan yang sesuai bakatnya. Pastikan bahwa yang bergairah melakukan kegiatan itu adalah anak Anda, bukan Anda.

Karena seringkali yang muncul adalah keinginan oang tua agar anaknya berbakat di bidang tertentu.  Kemudian pilih salah satu-dan tentu tidak lebih dari dua-bakat atau kekuatan pada satu waktu sehingga anak Anda benar-benar dapat benar-benar mendalami kegiatan yang sesuai bakatnya tersebut.

Tugas orang tua adalah memberikan dukungan, bukan melakukan pemaksaan terhadap anak. Perlu diperhatikan bahwa anak harus tetap merasa bergairah dan enjoy dalam melakukan kegiatannya.

Saat anak melakukan kegiatan yang sesuai bakatnya, orang tua berusaha ikut terlibat didalam kegiatan tersebut atau aktif mendampingi anak dalam melakukan kegiatannya.

Orang tua membantu menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan anak yang sesuai bakatnya tersebut. Hal ini agar keahlian dan pengetahuan anak yang terkait dengan bakat anak selalu meningkat dari waktu ke waktu.

Produk terkait lain:
Mainan Kayu Edukasi Anak
Softbook dan Teether Carter Bayi
Buku Bantal Edukasi Bayi

Orangtua turut andil terhadap bakat anak


Orangtua menghadiri setiap kegiatan atau acara-acara terkait dengan kegiatan yang dilakukan anak yang sesuai bakatnya tersebut. Ini penting bagi si anak, agar anak itu merasa bahwa orang tua benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam mendukung kegiatan anak. Perlu diingat bahwa yang dilakukan orang tua adalah dukungan, bukan memaksa anak.

Apabila anak mengikuti lomba terkait dengan bakat anak, maka orang tua mendorong agar anak merayakannya apabila ia menang dalam lomba tersebut. Dan orang tua menjadi tempat perlindungan anak (bukan memarahi anak habis-habisan), apabila anak kalah dalam lomba tersebut.

Fokus pada bakat anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang setelah remaja/dewasa mampu meraih prestasi yang hebat adalah karena peran orang tua mereka yang sangat fokus pada bakat mereka.

Para orang tua ini begitu sabar mendampingi anak-anaknya selama bertahun-tahun dalam rangka mengasah mereka. Bahkan terkadang, orang tua ini adalah orang tua yang bisa dikatakan memiliki kesabaran dan ketekunan yang luar biasa dalam mendampingi anak dalam merealisasikan bakat.

Saat anak berusia balita, orangtua sebenarnya sudah bisa mengenali bakat yang dimiliki sang anak. Hal ini bisa diketahui dengan mainan yang sering dimainkan atau mainan yang paling disukai anak. Melalui mainan, anak bisa menunjukkan arah bakat dan kemampuan yang dimilikinya.

Disinilah peran orangtua untuk mendukungnya dengan memilih mainan edukasi yang tepat untuk anak. Jadi ayah bunda tidak perlu heran jika Jenis-Jenis Bakat Anak Ternyata Berasal Dari Kecerdasan dan Mainan.