Lakukan 4 Hal Penting Ini Agar Bakat Anak Dapat Berkembang Dengan Sempurna

sebutik.com - Sebagai Orangtua, kita tentunya mempunyai sebuah harapan yang besar pada anak dalam kehidupannya. Termasuk misalnya, keberhasilan anak di sekolah maupun diluar sekolah. Beberapa orangtua tidak mencampurkan kedua hal tersebut, meskipun keduanya sama-sama berkontribusi pada masa depan dan arah karier anak nanti.

Bakat Anak

Ketika anak masih kecil atau bayi, tentu ada karakter khusus yang menonjol dari anak tersebut misalnya bagaimana mereka bermain, permainan apa yang lebih mereka sukai, dan bagaimana mereka memperlakukan permainan tersebut.

Begitu juga ketika anak beranjak masa sekolah, orangtua yang baik dan penuh perhatian akan mengetahui bagaimana metode atau cara anak belajar, pelajaran apa saja yang mereka sukai, dan dalam hal apa anak lebih menonjol daripada teman-temannya. Disinilah bakat anak mulai terlihat, ketika masih bayi dan ketika masa pra sekolah atau saat masuk sekolah.


Cari tahu bakat anak anda


Jika orangtua bisa mengetahui hal-hal apa saja yang menonjol dari sang anak, maka akan lebih mudah dalam memberikan arahan untuk mengembangkan bakat anak tersebut. Cara ini juga akan lebih disukai oleh anak-anak. Karena memberikan peluang yang lebih banyak dalam meningkatkan apa yang menjadi keinginan dan bakatnya tersebut. Perlu kita catat, bahwa bakat adalah sebuah modal dasar dalam melangkah dan menentukan cita-cita anak kelak.

Melihat pertumbuhan dan perkembangan anak yang semakin cepat dari hari ke hari, terkadang membuat orang tua diliputi rasa cemas. Kecemasan yang dirasakan bukanlah karena orangtua tidak mampu dalam memberikan kebutuhan sang anak, tapi lebih kepada masa depan sang anak nantinya.

Saat anak sudah beranjak dewasa, mereka bisa memilih dan menentukan sendiri cita-cita mereka.  Dan sebagai orangtua yang baik tentu bisa memberikan saran dan dukungan dalam memilih cita-cita anak sesuai dengan bakat yang mereka miliki sejak kecil. Tetapi sayangnnya tidak semua orangtua bisa mengarahkan dan memilihkan cita-cita anak sesuai dengan bakat yang mereka miliki.

Keberhasilan anak dalam hal apapun itu, tentu tak lepas dari bagaimana peran dan kontribusi kita sebagai orangtua dalam membekali anak untuk menemukan pilihan konsentrasi minat dan bakat serta menekuni bidang tersebut.

Artikel terkait:
15 Cara Mengubah Perilaku Anak Nakal
14 Manfaat Mendongeng atau Membacakan Cerita Untuk Anak
12 Manfaat Memberikan Mainan Edukatif Kepada Anak


Bantu Anak Agar Bakatnya Berkembang


Banyak orangtua seringkali dilanda kebingungan dalam memfasilitasi belajar anak. Pertanyaan seperti “Apakah anak saya perlu jam belajar tambahan diluar jam sekolah?” atau "Apakah anak saya perlu kursus diluar jam sekolah?" bahkan  keraguan seperti “IQ anak saya dibawah rata-rata, tidak seperti teman-temannya yang lain,” seringkali melanda pikiran kita.

Demi keberhasilan anak nanti, kita rela melakukan apapun. Bahkan secara tak sadar, kita telah melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak disukai oleh anak. Bahkan mungkin sangat tidak disukai dan bertentangan dengan kemauan anak.

Padahal dalam proses belajar dan pengembangan bakat, anak seringkali akrab dengan tantangan dan hambatan bahkan pula kegagalan. Namun pada sistem sekolah misalnya, membuat kita malu jikalau melihat ada seorang anak yang tidak naik kelas. Meskipun hal tersebut mungkin menjadi pembelajaran yang berharga bagi anak tersebut.

Itulah sebabnya, selain membekali diri anak dengan konten belajar membaca, berhitung, menulis, memasak, atau bakat apapun yang ditekuni, anak perlu belajar dan membekali dirinya sendiri dengan berbagai kemampuan non-kognitif yang telah disebutkan di atas.

Memang dalam membesarkan dan mendidik anak dibutuhkan kesabaran dan pengorbanan  yang besar. Masih banyak orang tua yang kurang peduli terhadap masalah tumbuh kembang anak. Mereka hanya sibuk dengan urusan masing-masing dan membiarkan anak-anak berada dalam hak asuh sang baby sitter.

Padahal dengan menyerahkan segala urusan anak ke baby sitter akan membuat orang tua semakin kuatir dan cemas. Kuatir dengan pekerjaan dan karirnya dan cemas dengan keadaan anak-anaknya. Selain itu orang tua tidak akan mengetahui seperti apa belajar anak, seperti apa cara bermain anak, dan bakat apa yang anak miliki.

Untuk itu mengasuh anak secara mandiri akan membuat anak mendapatkan lebih banyak perhatian, dan  tentunya orang tua juga akan lebih mengetahui proses tumbuh kembang anak sehingga menjadikan orang tua sebagai nahkoda dalam mengembangkan kemampuan serta bakat anak.

Produk terkait:
Grosir Buku Kain Islami - Mainan Edukatif Balita
Teether Book Carter - Buku Kain yang aman digigit
Baby Push Walker di Toko Mainan Anak dan Bayi

Mengamati Bakat Anak


Seperti yang telah disebutkan diatas, dengan mengasuh dan merawat anak secara mandiri maka orang tua akan bisa melihat dan mengetahui secara pasti dan tepat akan perubahan yang terjadi pada proses tumbuh kembang anak. Begitu juga dalam menentukan bakat anak.

Kapan orang tua bisa menentukan, menebak, atau mengidentifikasi bakat anak? Meskipun tidak langsung menampakkan bakat yang dimiliki, memperhatikan bakat anak dimulai sejak usia dini atau bayi adalah wajib dilakukan.

Hal ini berfungsi dalam mengarahkan dan menentukan bakat yang benar-benar dimiliki. Caranya? Semakin tumbuh dan berkembang, anak secara otomatis akan menunjukkan tanda-tanda kemampuannya pada usia tertentu.

Perhatikan ketika anak berusia 1 tahun sampai dengan usia 3 tahun, apa yang menonjol dari kemampuan sang anak seperti menulis, membaca, menggambar, bernyanyi, berjoget, mengaji, membangun dan merangkai. Atau kemampuan lainnya yang ada pada diri anak.

Apakah selama masa tumbuh kembang anak hanya diam saja? Bagaimana dengan anak yang hanya diam atau tidak menampakkan tanda-tanda atau perubahan dari tumbuh kembangnya tersebut? Jika anak hanya diam saja, itu bukan menandakan anak tidak memiliki kemampuan atau bakat tetapi dengan diamnya anak bisa saja memiliki pemikiran yang tidak bisa diketahui oleh orang tuanya.

Lakukan pendekatan melalui komunikasi yang baik kepada anak, bisa dengan cara menceritakan hal-hal yang dapat mendorong anak untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan dan apa yang dia pendam.

Sebagai orang tua kita pasti dapat melakukan hal tersebut. Cobalah bertanya seperti ini "Nak, mainannya kamu sudah banyak kan? kira-kira mainan apalagi ya yang belum kamu punya?" Atau "Ada mainan yang kamu sangat sukai tidak?".

Jika anak mengungkapkan dan menginginkan suatu benda atau mainan yang belum dimiliki dan anak merasa senang setelah memiliki mainan tersebut maka kemungkinan besar bakat anak mempunyai hubungan dengan mainan tersebut.

Produk terkait lain:
Grosir Mainan Edukatif Kereta Angka dan Huruf
Boneka Jari Mainan Edukatif Anak
Promo Lucky Box Avail Terbaru


Bisa juga orang tua mengajak mengunjungi objek-objek wisata yang bisa membuat anak mendapatkan ide dan imajinasi mereka dalam bermain "Nak, kemarin kamu senang tidak bepergian ke kebun binatang? Bulan depan mau jalan-jalan kemana lagi nak?" Dengan mengajak anak bepergian dan memilih lokasi wisata yang mereka senangi maka anak bisa menemukan apa yang menjadi keinginannya.

Pada usia berapa anak bisa mengeluarkan bakatnya? Tiap tingkatan usia anak cenderung memiliki perubahan dalam setiap tumbuh kembangnya. Namun sejak usia dini, anak pastinya memiliki bakat yang dimiliki. Sampai pada usia 6 tahun, perubahan anak mulai terlihat tapi masih banyak dipengaruhi oleh faktor luar yang membuat bakatnya cenderung berubah. Hingga usia 12 tahun bakat anak mulai benar-benar terlihat jelas.

Sekali lagi ditegaskan bahwa setiap anak yang lahir ke dunia ini pasti membawa potensi bakatnya masing-masing. Hanya saja, bakat yang dimiliki anak sering tidak muncul dan berkembang tanpa ada rangsangan dari lingkungan.

Faktor apakah yang dapat menghambat bakat anak? Tidak lain dan tidak bukan yang menyebabkan bakat anak tetap terpendam atau tidak berkembang adalah bisa berasal dari diri anak sendiri dan juga dari orangtua.


Lakukan 4 Hal Penting Ini Agar Bakat Anak Dapat Berkembang Dengan Sempurna:


1. Interest atau minat 

Suatu bakat tidak akan berkembang dengan baik apabila anak yang bersangkutan tidak memiliki minat terhadap bakatnya. Misalnya saja, anak dengan bakat matematika, bakatnya tidak akan berkembang tanpa adanya ketertarikan atau minat sang anak terhadap angka dan hitung menghitung. Anak dengan bakat musik tidak akan berkembang tanpa ia memiliki ketertarikan terhadap nada dan irama.

Apabila hal ini terjadi, maka orangtua perlu memberikan dorongan yang lebih pada anak agar bakat anak bisa terasah secara maksimal. Kalau tidak mendapat dukungan dari orangtua atau dibangkitkan minatnya, bakat yang dimiliki anak tidak akan berkembang. Bisa saja anak tersebut lambat untuk mengembangkan kemampuannya, terutama ketika menyadari bahwa ia mempunyai bakat dalam bidang tertentu.

2. Motivasi atau dorongan

Selain minat, bakat juga dipengaruhi oleh motivasi. Bakat anak kurang berkembang atau tidak menonjol apabila ia tidak memiliki motivasi atau dorongan dari dalam dirinya sendiri untuk mengembangkan bakatnya tersebut.

Motivasi berhubungan dengan kuatnya daya juang anak untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jika kurang motivasi untuk menjadi olahragawan, maka seorang anak dengan bakat sepakbola, menghadapi rintangan kecil saja dalam belajar sepakbola akan menghilangkan semangatnya berlatih.

3. Value atau penilaian 

Value adalah bagaimana seorang anak memberi arti atau penilaian terhadap bidang bakat yang dimilikinya. Meskipun anak mengetahui bahwa ia memiliki suatu bakat di bidang tertentu, jika ia menganggap bakat tersebut kurang bernilai atau bahkan negatif dalam pandangannya, maka hal ini juga akan menghambat perkembangan bakatnya.

Misalnya bakat anak dalam olahraga catur, jika anak memberi nilai negatif pada bakat ini atau menganggap bahwa menjadi atlet catur tidak begitu membanggakan, kurang terkenal dibanding bakat menyanyi, dan penilaian negatif lainnya maka bakat anak di bidang catur tersebut akan tetap terpendam.

4. Sensivitas atau ketidakpekaan

Penyebab paling umum tidak berkembangnya bakat yang dimiliki anak adalah ketidakpekaan orangtua terhadap bakat buah hatinya. Lingkungan yang minim dalam menyediakan fasilitas penunjang, dan lemahnya lemahnya atau kurangnya pendidikan dan pelatihan.

Orangtua seharusnya ikut membantu menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan anak yang sesuai bakatnya tersebut. Hal ini agar keahlian dan pengetahuan anak yang terkait dengan bakat anak selalu meningkat dari waktu ke waktu.

Ikut berpartisipasi terhadap minat dan bakat anak


Orangtua menghadiri setiap kegiatan atau acara-acara terkait dengan kegiatan yang dilakukan anak yang sesuai bakatnya tersebut. Ini penting bagi si anak, agar anak itu merasa bahwa orang tua benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam mendukung kegiatan anak. Perlu diingat bahwa yang dilakukan orangtua adalah mendukung bukan memaksa anak.

Apabila anak mengikuti lomba terkait dengan bakat anak, maka orangtua mendorong agar anak merayakannya apabila ia menang dalam lomba tersebut. Dan orang tua menjadi tempat perlindungan anak, bukannya malah memarahi anak habis-habisan apabila anak kalah dalam lomba tersebut.

Di sinilah fungsi orangtua menjadi penting untuk menjaga agar aktivitas-aktivitas pengembangan bakat anak itu berada dalam kondisi yang memang betul-betul untuk kepentingan anak, bukan sekedar wujud ambisi orangtua. Ukuran sederhananya adalah anak menikmati proses yang dijalaninya, bukan melakukan kegiatannya dengan terpaksa.

Jadi bisa disimpulkan bahwa bakat adalah suatu berkah yang dibawa seseorang sejaklahir, tetapi bakat tersebut tidak memberi manfaat besar baginya selama anak yang bersangkutan tidak menghendaki bakat tersebut. Dalam hal ini diperlukan motivasi, bimbingan dan dukungan dari lingkungan, baik orangtua secara khusus dan masyarakat pada umumnya.

Itulah 4 hal yang harus diperhatikan agar bakat anak dapat tumbuh dan bekembang dengan sempurna sejak dini. Orangtua memiliki peranan penting dalam mewujudkan bakat anak tersebut, karena selain sebagai orangtua untuk anak dalam hal mengasuh dan merawat, orangtua juga berperan sebagai guru dalam memberikan pendidikan dan sebagai teman dalam bermain.