Mainan Edukasi Kayu

EDUTOYS TK PAUD Balok Susun Pembangunan

Berisi 100 pcs balok kayu natural aneka bentuk untuk melatih sensorik dan motorik serta mengasah kreativitas dan daya eksplorasi anak dalam menyusun dan merancang bangun...

7 Hal Penting Yang Harus di Perhatikan Dalam Memilih Mainan Edukatif Anak

sebutik.com - Seperti SeButik Lovers tahu, bahwa manusia mencapai peradaban yang sangat maju dengan memakai kecerdasannya, dan uniknya otak mengalami perkembangan luar biasa hanya dalam waktu dua tahun sejak dilahirkan.

Toko_Online_Mainan_Kayu_Edukatif_Anak_Murah.jpg

Tahukah SeButik Lovers, sel otak berkomunikasi bersama sel otak lain lewat sambungan yg dinamakan sinapsis. Dikala dilahirkan, tiap-tiap sel otak bayi mempunyai 2.500 sinapsis. kemudian dapat meningkat menjadi 15.000 sinapsis kala mencapai umur dua sampai tiga tahun.

Dari sisi bobot, otak bayi yg baru dilahirkan lebih kurang 300 gram, dan akan bertambah menjadi 1.200 gram saat umur dua tahun. Wow, luar biasa !! padahal otak manusia dewasa cuma 1.250 gram untuk wanita dan 1.400 gram untuk laki-laki.

Apakah SeButik Lovers juga tahu, bahwa kecerdasan balita sangat dipengaruhi oleh faktor genetik ibu? “Pengaruh itu sedemikian besar karena tingkat kecerdasan kromosom X berasal dari ibu. Karena itu, ibu yang cerdas berpotensi besar melahirkan anak yang cerdas pula. Dengan demikian, lebih baik memiliki ibu yang cerdas daripada ayah yang cerdas,” ujar Dr. Ben Hamel, ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands.

Dr. Bernard Devlin dari fakultas kedokteran Universitas Pittsburg, AS, memperkirakan faktor genetik memiliki peranan sebesar 48 persen dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan, termasuk ketika si anak masih dalam kandungan. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ibu yang cerdas sangat berpotensi melahirkan anak yang cerdas pula.

Mainan dan Kecerdasan Anak


Namun ternyata tidak hanya kecerdasan yang dapat diturunkan dari ibu, lho. Kelainan genetika dari seorang ibu juga dapat diturunkan kepada anak-anaknya, misalnya keterbelakangan mental.

Walau hasil penelitannya begitu, namun tetap saja faktor keturunan bukan satu-satunya hal yang menentukan kecerdasan dan kesehatan anak. Banyak hal yang memengaruhi kecerdasan balita. Misalnya asupan gizi yang tepat, rangsangan dari luar, dan pemberian mainan edukatif yang mengasah perkembangan otak kanan dan kirinya.

Perkembangan kognitif (intelektual) merupakan perkembangan pikiran. Perkembangan inilah yang bertanggung jawab terhadap pembentukan mental, penyelesaian masalah, penilaian, bahasa, pemahaman sebab akibat, pengambilan keputusan, serta ingatan. Karena dikendalikan dari otak, perkembangan kognitif kerap dikaitkan dengan kecerdasan.

Mengingat waktu tumbuh kembang anak yang relatif terbatas, orangtua harus dapat memanfaatkannya secara baik, yakni dengan memberikan stimulasi sebanyak-banyaknya sejak anak masih dalam usia balita. Stimulasi yang diberikan pada masa ini, sangat efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan anak. Sebaliknya, stimulasi yang kurang akan mempengaruhi kecerdasan anak. Namun, perkembangan sirkuit otak sangat bergantung pada kualitas nutrisi dan stimulasi yang didapat oleh anak, sejak dalam kandungan, sampai tiga tahun setelah ia dilahirkan.

Stimulasi yang terbaik adalah dengan cara mengajaknya bermain dengan menggunakan mainan anak yang aman dan mendidik atau dikenal dengan nama Alat Permainan Edukatif atau Alat Peraga Edukatif. Karena berinteraksi dengan anak terutama ketika masih balita. harus dilakukan setiap hari, terus menerus dan bervariasi dapat mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal, stimulasi dan intervensi dini untuk merangsang kecerdasan-kecerdasan lain.

Diluar itu, saat rentang umur 0-5 tahun daya eksplorasi anak-anak berkembang dengan teramat pesat. Anak mulai menyerap & menerima segala kabar yang didapatnya di tingkat paling atas dalam sepanjang hidupnya.

Masa-masa penting tersebut tak bakal terulang, sebab itu balita amat butuh stimulasi melalui permainan sederhana yg edukatif. Stimulasi yg di terima anak terhadap masa tumbuh kembang dapat berpengaruh signifikan kepada kecerdasan, kreativitas, dan tingkah laku anak pada saat umur dewasanya.

SeButik.com menjawab seluruhnya kebutuhan akan mainan edukatif anak. Kami teramat peduli terhadap perkembangan buah hati Kamu. Product kami pun memanfaatkan material yg aman utk balita.

Orangtua butuh memfasilitasi supaya tumbuh kembang anak terjadi layaknya seharusnya. Main-main yakni salah satu fasilitas yangg sesuai utk melatih perkembangan anak. Tapi, bukan berarti SeButik Lovers akan membiarkan anak main-main sendiri tidak dengan didampingi. Proses main yang disertai kebersamaan hubungan dapat berdampak baik bagi perkembangan anak. Orangtua pula perlu memilihkan mainan yang serasi.

Hal-hal penting dalam memilih mainan edukatif untuk anak


Ada beberapa hal yang harus SeButik Lovers perhatikan dalam memilih mainan edukatif anak, yaitu:

1. Tidak berbahaya
Pastikan mainan anak yang aman yang Anda berikan tidak mengandung bahan yang berbahaya. Saat bermain, anak yang berusia lebih kecil sering memasukkan mainan ke dalam mulut untuk melatih kemampuan oromotornya. Jadi pilihlah mainan yang tidak berbahaya bila masuk ke dalam mulut anak. Untuk memastikan mainan yang Anda pilih aman, periksalah kemasan pada mainan tersebut.

2. Terbuat dari bahan bermutu
Tak jarang mainan digunakan untuk masa yang cukup lama, untuk itu pilihlah mainan edukatif yang terbuat dari bahan bermutu. Sehingga masa pakai mainan tersebut tidak hanya sekali pakai alias awet.
Untuk itu dan pilihlah mainan kayu yang memiliki logo SNI (Standar Nasional Indonesia).

3. Sesuai usia
Anak akan tumbuh dan berkembang berdasarkan usianya. Sebagai orangtua Anda harus paham perkembangan apa yang sedang dialami oleh anak. Pilihlah mainan yang dapat mendukung atau menstimulasi tumbuh kembang anak.

4. Menarik atau menyenangkan
Apa yang menarik bagi Anda belum tentu menarik untuk anak Anda. Pada prinsipnya bermain merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan, jadi pilihlah mainan edukatif yang dapat membuat anak gembira.

5. Memiliki nilai belajar
Mainan sebaiknya bersifat edukatif, yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi anak. Sangat disayangkan bila mainan yang Anda belikan untuk anak tidak dapat menstimulasi kemampuannya untuk berpikir dan mempelajari sesuatu.

6. Sederhana
Mainan anak tetap harus memiliki nilai kesederhanaan saat dimainkan. Sehingga anak dapat bermain kapan saja. Permainan yang rumit dapat membuat anak stres karena tidak mampu untuk memainkannya, jadi belilah mainan anak sederhana untuk anak Anda.

7. Harga pantas
Belilah mainan yang sesuai dengan dana yang Anda miliki. Jangan membeli sebuah mainan hanya untuk gengsi. Anda bisa mencarinya di Pusat Mainan Edukatif Anak. Anak juga tidak akan pernah menanyakan berapa harga mainan terbaru yang Anda beli. Jadi pilihlah mainan edukatif dengan harga pantas yang memenuhi keenam unsur di atas.

Membereskan dan Membersihkan Mainan Anak


Meskipun Anda tidak ingin mengakuinya, tapi faktanya banyak orangtua tidak membersihkan, bahkan mencuci mainan anak-anaknya sesering yang seharusnya.

Memang sih ini juga bukan kesalahan Anda sepenuhnya karena mainan anak biasanya ditemukan dalam keadaan berceceran sehingga secara tergesa-gesa Anda langsung memasukannya ke tempat penyimpanan agar tidak terlihat berantakan.

Bicara tentang mainan anak, seperti yang dirangkum dari styleathome.com, kebersihan dan kerapihannya jelas harus berjalan beriringan. Jadi cobalah mengkategorikannya berdasarkan jenis mainannya atau warnanya dengan menggunakan label tertulis atau berupa gambar.

Kuncinya adalah, jadikan kegiatan merapikan mainan anak sebagai rutinitas sehari-hari namun dengan cara yang menyenangkan serta konsisten. Dan aturan terpenting, semua mainan wajib dibersihkan sebulan sekali. Lakukan juga sesi pembersihan tambahan ketika anak Anda baru sembuh dari sakit, setelah play date, atau jika ada mainan yang terlihat kotor.

Sebelum memulai, anak-anak harus mengetahui bagaimana kamar tidur yang rapi dan ideal. Anda bisa mengambil gambar kamar dalam keadaan rapi dan meletakkannya di salah satu sudut, sehingga anak bisa melihat gambar tersebut.

Cobalah untuk melihat sesuatu dari perspektif anak-anak Anda. Karena jangkauan anak-anak cukup terbatas, jadi atur mainan yang paling mereka sukai di bagian yang paling mudah dijangkau, sedang yang jarang dimainkan diletakkan di tempat yang lebih tinggi.

Anda bisa menempelkan gambar mainan yang telah difoto sebelumnya kemudian dicetak, atau mengambil gambarnya dari internet dan menempelkan di kotak atau lemari tempat menyimpan mainan tersebut.

Cara ini cocok digunakan untuk anak yang lebih kecil (mulai dari umur 2 tahun!) yang terbiasa mengidentifikasi benda melalui gambar, sehingga anak akan memiiki inisiatif untuk memasukkan benda mainan ke tempat yang sesuai.

Pastikan lemari penyimpanan memiliki tinggi yang sesuai dengan tinggi anak agar tidak kesulitan mengambilnya

Gunakan juga tempat penyimpanan yang tertutup seperti boks untuk menyembunyikan beberapa mainan dari pandangan mereka. Langkah ini memang membatasi pilihan mereka, tapi setidaknya akan meminimalkan potensi mainan anak yang berantakan atau pun berceceran.

Berikan label nama di setiap rak dan kotak penyimpanan di kamar tidur atau ruang bermain. Cara ini cocok digunakan untuk anak yang lebih besar dan sudah bisa membaca. Tuliskan jenis mainan dengan huruf yang besar sehingga mudah terbaca.

Anda bisa ketik sebelumnya dan cetak, kemudian tempelkan di kotak menggunakan perekat berwarna bening. Cara ini tidak hanya membantu anak-anak tetapi juga ayah, asisten rumah tangga atau orang lain yang ikut membantu membereskan kamar.

Secara rutin lakukan juga rotasi, mana yang mudah terlihat dan yang tersembunyi. Membuat ruang bermain khusus sangat penting agar rumah tidak berantakan. Jika Anda tidak bisa menyisakan ruangan untuk mereka bermain, setidaknya berikan ruang –katakanlah, ruang tamu Anda– dan batasi dengan rak buku dan karpet.

Semangati anak membereskan mainan edukatif anak menggunakan peralatan mainan mereka seperti skop, capitan plastik atau bahkan sebuah truk mainan.

Walaupun cara ini akan membuat proses menjadi lebih lama namun biasanya anak-anak akan menjadi lebih semangat sekaligus melatih kekuatan motorik mereka.

Gunakan penghitung waktu (timer) untuk memberikan batasan waktu kepada anak-anak ketika membereskan mainan dan kamar. Umumkan waktu kepada anak-anak seperti  “3 menit untuk membereskan kamar dan dimulai, dari, SEKARANG untuk menyemangati mereka.

Cara ini akan membuat anak-anak terbiasa bekerja seperti sebuah tim atau bahkan bisa membuatnya menjadi seperti sebuah balapan.

Berikut adalah cara membersihkan mainan anak berdasarkan materialnya:


1. Mainan Plastik, karet dan silikon: Hampir semuanya dapat dibersihkan dengan aman di mesin cuci piring pada mode putaran air saja. Atau cuci manual dengan menggunakan air dan sabun cuci piring.

2. Mainan berbulu: Cuci dengan menggunakan air hangat dan sabun cuci piring ataau bisa juga menggunakan mesin cuci. Tapi perhatikan label petunjuknya. Sebelum dibilas, gunakan juga vacuum cleaner untuk menyedot debunya.

3. Mainan Kayu: Kayu memiliki sifat antibakteri, sehingga cukup di lap dengan kain bersih yang sebelumnya dicelupkan ke dalam cuka.

Berikut ini tips sederhana dalam membersihkan mainan:

1. Pembersih biasa
Bersihkan mainan anak secara teratur. Untuk kegiatan bersih-bersih ini cukup memakai sabun colek dan air untuk membilas. Sebelum merendam, pastikan tidak ada mainan memiliki bagian elektronika. Pencucian seperti ini biasanya untuk menghilangkan kotoran atau lemak di permukaan mainan. Hilangkan kotoran menggunakan spon, air hangat, dan sabun, lalu keringkan.

2. Pembasmi kuman
Selain membersihkan mainan seperti biasa, agar kuman dan bakteri mati, kita dapat membuat sendiri cairan anti-kuman dan bakteri. Caranya dengan mencampur 1 sendok makan cairan pemutih dalam satu liter air pada suhu kamar. Masukkan campuran tersebut ke dalam botol kosong kemudian semprotkan ke permukaan mainan.

3. Mainan dari kain
Jika mainan terbuat kain, kita dapat mengikuti petunjuk pencucian pada label. Biasanya mainan yang terbuat dari kain bisa dibersihkan dengan cara dicuci dalam mesin. Jika ada bagian yang tidak dapat dicuci dengan mesin atau ada komponen yang tak boleh terkena air, lap permukaan kain dengan kain pembersih, air hangat, dan sabun.

Beri perhatian ekstra saat membersihkan mainan yang memiliki info penting atau detil (seperti mainan berbulu) atau komponen elektronik (seperti baterai dan kotak musik).

Perhatikan label atau petunjuknya sebelum membelikan mainan baru untuk anak Anda, pilih yang mudah dibersihkan. Jangan lupa untuk memeriksa ruang bermain anak. Buang mainan anak yang rusak dan sumbangkan mainan yang masih bagus jika anak Anda sudah besar.

Delegasikan tugas membersihkan agar anak tidak merasa terlalu terbebani, seperti kakak yang ditugasi untuk membereskan boneka-boneka besar, adik kecil yang membereskan mobil-mobilan dan ibu yang membantu merapihkan buku-buku.

Untuk anak yang lebih besar (lebih dari 10 tahun), cara-cara tersebut tidak hanya bisa dilakukan untuk membersihkan mainan edukatif, tetapi juga untuk membereskan mainan ketika sudah dicuci dan juga tugas rumah tangga lainnya.

Sekian artikel mengenai 7 Hal Penting Dalam Memilih Mainan Edukatif untuk Anak, semoga bermanfaat bagi SeButik Lovers. Simak juga artikel kesehatan seperti Arti Noda Pantiliner Avail Anda