CS: 085643395684 (whatsapp)

Permainan Tradisional Anak Anak Jaman Dulu

Mainan Jaman Dulu


Indonesia adalah negeri dengan ratusan kebudayaaan yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Tentunya menyimpan keunikan tersendiri dibanding dengan negara lain. Salah satunya ialah beragamnya permainan tradisional yang pernah ada pada jaman dulu.

Banyak permainan tradisional dari yang pernah populer pada jamannya, hingga permainan anak yang hanya menjadi kenangan. Contoh permainan tradisional yang paling sering kita mainkan dulu adalah petak umpet, kelereng, layangan dan lain sebagainya, anda tentu pernah memainkan salah satunya bukan ?

Permainan tradisional sunda / jawa barat, permainan tradisional jawa tengah ataupun permainan tradisional dan daerah asalnya tersebar ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Untuk mengenang masa kejayaan dan turut melestarikan permainan tradisioanal tersebut, disini akan kami ulas beberapa contoh permainan anak tradisional, mari kita simak dibawah ini:

Daftar & Gambar Permainan Tradisional Anak


Permainan tradisional memang lebih populer dimainkan oleh anak-anak di kampung ketimbang anak kota. Apalagi sekarang zaman semakin modern, banyak anak-anak yang sudah meninggalkan permainan tradisional dan beralih ke permainan jaman now. Berikut ini adalah daftar dan gambar permainan tradisonal anak-anak Indonesia pada jaman dahulu kala.

1. Permainan Tradisional Adu Biji Karet

Permainan Adu Biji Karet

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Cara bermain adu biji karet adalah dengan memukul biji karet lawan dengan biji karet sendiri menggunakan telapak tangan. Biji karet yang hancur berarti kalah, dan pemilik biji karet yang utuh akan menjadi pemenangnya.

2. Permainan Tradisional Tembak-tembakan dari Pelepah Pohon Pisang

Permainan Tembak-tembakan dari pelepah pisang

Permainan ini tidak membutuhkan biaya, karena bahan sudah tersedia di alam yaitu pohon pisang. Cara bermain permainan tembak-tembakan adalah dengan menggunakan pelepah pohon pisang yang dibuat mirip dengan senjata.

3. Permainan Tradisional Tepuk Gambar

Permainan Tepuk Gambar

Permainan ini sudah punah, sampai saat ini tidak pernah ditemukan anak-anak yang bermain tepok gambar (gambaran). Dulu permainan yang menggunakan gambar yang terbuat dari kertas denga bermacam-macam motif. Cara bermain tepok gambar adalah dengan cara menepok gambar ke telapak tangan lawan. Gambar siapa yang terlihat / terbuka dialah pemenangnya, dan kedua gambaran tersebut berhak menjadi hak milik pemenang.

4. Permainan Tradisional Hompimpa

Permainan Hompimpa

Sebenarnya permainan ini adalah awal untuk dalam sebuah permainan untuk menentukan siapa yang berhak lebih dulu atau menentukan permainan. Cara bermain suit atau hompimpa alaium gambreng ini adalah dengan cara mengarahkan telapak tangan bawah atau atas. Siapa yang arah telapak tangannya berbeda dari lainnya dialah pemenangnya.

5. Permainan Tradisional Suit Jepang

Permainan Suit Jepang

Permainan ini sama seperti permainan hompimpa, bedanya adalah suit jepang ini menggunakan simbol batu, gunting dan kertas. Simbol batu di gambarkan dengan posisi telapak tangan mengepal, gunting dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan kertas dengan jari tangan terbuka semua. Cara bermainan suit jepang ini adalah batu menang melawan gunting, gunting menang melawan kertas, dan kertas menang melawan batu. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang untuk menentukan pemenang.

6. Permainan Tradisional Suit Gajah

Permainan Suit Gajah

Nah, kalau permainan yang satu ini pasti sudah banyak yang mengetahui dan pernah memainkannya. Permainan tradisional ini dinamakan suit gajah. Cara bermain suit gajah adalah dengan menunjukkan posisi jari, jempol berarti gajah, telunjuk berarti manusia dan kelinking berarti semut. Jika gajah menang menang melawan manusia, manusia menang melawan semut, dan semut menang melawan gajah.

7. Permainan Tradisional Petak Umpet

Permainan Petak Umpet

Permainan ini dilakukan oleh lebih dari dua orang. Caranya bermain petak umpet sangat mudah sekali. Ada satu orang yang menjadi penjaga dan mencari temannya yang menghilang, sedangkan orang yang lain bersembunyi disuatu tempat. Misalnya bermain dengan tujuh orang, lalu dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi penjaga. Jika hompimpa sisa satu orang maka langsung dinyatakan dia kalah, tetapi jika hompimpa berbanding 3:4, maka yang tiga orang melakukan hompimpa hingga sisa satu orang yang kalah.

Orang yang kalah tersebut dinamakan kucing. Permainan dimulai dengan hingga kucing yang menjaga dan harus menutup matanya lalu menghitung dari satu sampai sepuluh. Orang-orang yang lainnya harus mengumpet di belakang pohon atau dibawah pohon, jangan sampai si kucing menemukan. Jika si kucing melengah maka orang-orang yang lain harus segera lari menuju tempat penjaga si kucing tadi, dan berteriak inglo. Jika sudah ada yang teriak inglo, maka orang tersebut menjadi pemenang dan kucing tetap mencari orang-orang lain yang masih belum ditemukan.

Si kucing terus mencari dan jika menemukan orang yang mengumpet, maka orang tersebut menjadi kalah dan kucing digantikan dengan orang yang kalah tadi. Begitulah permainan tersebut dilakukan hingga permainan berakhir. Waktu permainan bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari. Jika sore hari biasanya anak-anak tidak boleh keluar rumah apalagi jika menjelang magh Permainan ini sangat digemari dari jaman dahulu sampai saat ini, tapi sekarang hanya beberapa anak saja yang bermain permainan petak umpet, karena sekarang anak-anak hanya sibuk dengan gadgetya dan lupa dengan teman-temannya.

8. Permainan Tradisional Bola Bekel

Permainan Bola Bekel

Permainan yang sangat digemari dan paling ramai di tahun 1990 hingga saat ini. Sebenarnya permainan ini sudah ada di zaman dahulu tepatnya jaman penjajahan belanda, tetapi di era milenium baru ramai dimainkan oleh anak-anak. Cara memainkannya butuh keahlian dan harus dicoba beberapa kali agar bisa, karena permainan ini tidak semudah yang dibayangkan.

Ada beberapa benda yang perlu disiapkan untuk memainkannya, yang pertama bola bekel yang bentuknya bola kecil, biasanya di dalam bola diisi air. Dan ada enam biji yang disebut bekel. Permainan ini ada beberapa step, mulai dari step mengambil satu biji bekel sampai enam bekel.

Lalu membalik biji bekel yang lain dan biji membentur lambang laguk , dan dimulai dari mengambil satu biji sampai enam biji. Lanjut lagi dengan membalik kearah sebaliknya dan sama prosesnya, mengambil dari satu biji sampai enam biji. Jika step sudah selesai, dilanjut dengan membalik lagi biji bekel yang ada tanda titiknya.

Sama seperti yang tadi dilakukan secara berurutan mulai dari mengambil satu biji hingga enam biji. Setelah selesai semua step, maka jika ada yang berhasil memenangkan step terlebih dahulu maka dijadikan pemenang. Dan yang menang mendapatkan hadiah berupa menyuruh anak-anak menjadi patung atau memberi bedak di bagian wajah yang kalah.

9. Permainan Tradisional Gundu atau Kelereng

Permainan Gundu / Kelereng

Hanya anak-anak yang lahir sebelum tahun 1990 yang pernah bermain dan mengenal permainan ini. Gundu merupakan kelereng yang bentuknya seperti kaca bening dan biasanya yang memainkan ini adalah anak laki-laki. Untuk memainkan permainan ini cukup mudah karena hanya menyentil kelereng yang kita punya dan harus mengenai kelereng lawan.

Jika ada beberapa gundu yang kena dengan gundu kita, maka gundu lawan akan menjadi milik kita. Permainan ini bisa dilakukan oleh dua orang sampai tujuh orang. Saat ini sudah jarang yang memainkan permainan gundu karena sudah jarang juga yang membuat gundu, sehingga jarang sekali kita bisa menemukan penjual gundu  Baca mainan kayu vs mainan plastik

10. Permainan Tradisional Lompat Tali

Permainan Lompat Tali

Permainan lompat tali adalah permainan yang membutuhkan keahlian melompat dan bergerak. Permainan ini menggunakan karet gelang atau tali tambang. Kita bisa membuat tali sendiri dengan karet, caranya menyambungkan satu persatu karet hingga panjang dan setelah itu diikat ujungnya dan karet tersebut bisa kita gunakan untuk memainkan lompat tali. Permainan ini bisa dilakukan dua orang hingga lebih dari sepuluh. Ada dua orang yang memegang tali agar tidak putus.

Tapi jika tidak ingin memegang tali maka kita bisa mengikatkan tali dengan pohon atau apapun yang bisa untuk memegang tali ataupun karet. Cara bermainnya dimulai dari tali di letakkan paling bawah lalu kita melompat. Jika tidak bisa melompat maka kita harus menunggu giliran terakhir dan mengulang lompatan dari awal. Setelah itu tali diarahkan sampai atas kepala, dan kita harus melompat diatas tali. Yang menang boleh menyuruh yang kalah untuk melakukan apa saja tetapi tidak boleh yang berat dan aneh-aneh.

11. Permainan Tradisional Egrang

Permainan Egrang

Permainan ini dipopulerkan oleh masyarakat daerah Jakarta. Tidak mudah untuk menggunakan egrang, hanya orang-orang yang sudah terbiasa dan bisa menaklukkan keseimbangan. Egrang merupakan dua tongkat yang panjang dan di bagian tengah diberikan pijakan kaki sebagai pembatas. Setelah itu kita naik diatas pijakan yang sudah diberikan. Jika jatuh maka akan diberi hukuman. Tetapi untuk awal-awal kita tidak perlu membuat hukuman karena masih belajar, tapi jika sudah bisa menggunakan maka harus diberi hukuman.

12. Permainan Tradisional Benteng Sodor atau Gobak Sodor

Permainan Gobak Sodor

Permainan ini disebut gobak sodor, galasin atau benteng sodor karena ada beberapa orang yang menjaga benteng yang berupa garis pertahanan mereka. Satu kelompok terdiri dari minimal 2 orang. Dimulai dari hompimpa dan dilihat mana yang menjadi pemenang. Setelah hompimpa selesai, maka yang menjadi pemenang boleh memulai duluan, lari dan mengejar ke arah benteng lawan. Tapi permainan ini harus cepat larinya, jika tidak cepat akan kena lawan.

13. Permainan Tradisional Boi-boian

Permainan Boi-boian

Permainan yang ketujuh bernama boi-boian. Ini merupakan permainan tradisional yang dimainkan di suatu daerah di Indonesia. Kita sangat jarang menemukan permainan ini karena mungkin hanya kita lihat di daerah asalnya saja. Permainan ini dilakukan oleh lima hingga sepuluh orang.

Cara memainkan permainan ini yaitu dengan menyusun satu lempengan batu. Lalu siapkan bola kecil yang dibuat dari kertas untuk melepar tumpukan batu. Kita gunakan kertas agar tidak sakit waktu melempar kertas tersebut. Setelah itu salah satu pemain melempar bola, jika tumpukan batu rubuh maka penjaga wajib mengambil bola dan dilempar ke pemain yang lainnya.

14. Permainan Tradisional Bentik atau Gatrik

Permainan Gatrik

Permainan tradisional yang ke delapan bernama bentik atau gatrik. Permainan ini biasanya disebut dengan tak kadal. Dilakukan oleh dua kelompok dan satu kelompok terdiri dari minimal dua orang. Alat-alat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini ada dua potongan bambu, yang pertama bambu dengan ukuran kecil dan satunya lagi berukuran 30 cm.

Setelah itu bambu yang besar diletakkan diantara dua batu lalu dipukul dengan bambu yang kecil. Jika ada pemain yang tidak bisa memukul bambu dengan benar maka akan mendapatkan hukuman. Biasanya hukumannya menggendong yang kalah.

15. Permaianan Tradisional Ular Naga

Permaianan Ular Naga

Permainan selanjutnya ada ular naga. Pada zaman dahulu permainan ini sangat digemari oleh anak-anak umur lima sampai dua belas tahun. Permainan ini lebih baik dilakukan di lapangan, karena semakin banyak pemain akan semakin seru. Biasanya permainan ini dilakukan lebih dari tujuh orang. Cara bermainnya dengan menentukan siapa yang menjadi penjaga dua orang dan sisanya berjalan melewati penjaga. Untuk memilih penjaga, harus melakukan hompimpa agar lebih adil.

Setelah ditentukan yang menjadi penjaga, maka sisa orangnya berbaris dengan tangan ditaruh dipundak teman depannya, lalu berjalan melingkar melewati penjaga. Sambil berjalan menyanyikan lagu ular naga hingga selesai. Jika nyanyian sudah selesai maka penjaga menangkap satu orang dan orang yang tertangkap harus keluar dari barisan.

"Ular naga panjangnya bukan kepalang
Menjalar jalar selalu kian kemari
Umpan yang besar itulah yang di cari
Ini dia lah yang terbelakang."

16. Permainan Tradisional Engklek

Permainan Engklek

Permainan yang kesepuluh bernama engklek. Permainan ini sampai sekarang masih dilakukan dan seluruh wilayah Indonesia mengenal permainan ini, meskipun disetiap daerah memiliki sebutan lain-lain. Engklek dimainkan oleh anak laki-laki dan juga perempuan. Bisa dilakukan oleh dua orang saja dan maksimal lima orang, sebab untuk memainkannya harus menunggu giliran dan jika banyak yang bermain maka akan lama menunggunya.

Cara bermainnya dengan menggambar kotak-kotak di latar. Bermainnya dilapangan yang terang agar mudah menggambar kotak-kotaknya. Ada sembilan kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir. Melompatnya harus menggunakan satu kaki, jika kaki terjatuh maka harus menaruh batu disalah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran

17. Permainan Tradisional Congklak

Permainan Congklak

Permainan berikutnya bernama congklak. Permainan ini juga telah dikenal oleh seluruh wilayah dI Indonesia. Menggunakan biji congklak yang terbuat dari cangkang karang tapi ada juga yang menggunakan batu, lalu menggunakan papan congklak yang berisi 16 lubang. Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh dua orang saja. Biji congklak berisi 98 buah dan papan congklak ada yang terbuat dari plastik namun juga ada yang dari kayu.

Awal memainkan permainan ini dengan suit menentukan siapa yang jalan dulan, lalu jika ada yang menang maka pemain harus mengambil semua biji dari salah satu lubang dan biji tersebut diisi satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan, dari kiri atau kanan. Hingga biji habis dan setelah itu ambil lagi semua biji dari tempat terakhir biji diletakkan. Begitu seterusnya hingga siapa yang mendapat biji paling banyak maka ia yang menjadi pemenang.

18. Perminan Tradisional Pletokan

Perminan Pletokan

Permainan ke dua belas bernama pletokan. Ini hanya bisa ditemukan didaerah karena saat ini sudah jarang yang memainkan pletokkan. Permainan ini terbuat dari bambu yang kuat agar tidak gampang pecah. Setelah itu bambu dibagi menjadi dua kemudian buat peluru menggunakan kertas yang dilitikan dan dibuat seperti bola. Kemudian tambahkan daun pandan agar suaranya menjadi nyaring. Seteah semua bahan tersedia, lakukan penembakan ke arah lahan kosong.

19. Permainan Tradisional Gasing atau Panggalan

Permainan Gasing

Permainan nomer urut empat belas ada gasing. Ini adalah permainan zaman kuno yang masih ada hingga saat ini. Bentuknya seperti bola yang ditengahnya terdapat tali yang dililitkan dan diikat pusatnya. Jika tali dilempar dengan benar maka gasing akan memutar seimbang. Permainan ini tidak sulit namun butuh kekuatan untuk melemparnya, karena jika ragu untuk melempar maka gasing bisa cepat jatuh.

20. Permainan Tradisional Layangan

Permainan Layangan

Berikutnya permainan layangan yang merupakan salah satu dari permainan tradisional dan masih ada sampai saat ini. Layangan dibuat dari kertas yang dibentuk apa saja dan tengah ujungnya diikatkan tali lalu diterbangkan keudara. Kita bisa memainkannya ramai-ramai bersama teman dan melihat siapa yang paling jauh terbangnya.

Saat ini permainan layang-layang ini hanya cocok di area yang ada tempat lapang, tidak cocok untuk dimainkan di perumahan. Karena bisa berbahaya apabila mengenai orang lain ataupun menyangkut di antena atau kabel listrik. Baca juga cara membuat mainan anak sederhana tapi menarik.

21. Permainan Anak Anak Bola Sepak

Permainan Sepak Bola

Permainan ini adalah permainan yang masih ramai peminatnya sampai saat ini. Pada zaman dahulu, permainan ini dimainkan antar kampung dalam rangka memperingati perayaan kemerdekaan secara bersama-sama dan sangat ramai penontonnya.

Saat ini permainan sepak bola mulai dimainkan didalam ruangan (indoor) tetapi namanya berubah menjadi futsal. Jika dalam sepak bola jumlah pemain adalah 11 orang, maka dalam futsal menjadi 5 orang saja.

Cara bermain sepak bola adalah 2 dua kelompok dengan satu orang sebagai penjaga gawang. Bola digiring menggunakan kaki dan dimasukka ke gawang lawan.

22. Permainan Tradisional Mobil-mobilan


Permainan mobil-mobilan dari kulit buah jeruk bali Dahulu anak laki-laki sangat senang bermain mobil-mobilan. Ada banyak jenis mobil-mobilan, merekapun biasanya membuatnya dari berbagai macam bahan seperti, kayu atau bekas kulit buah jeruk bali. Kulit buah jeruk bali di potong dan dibuat mirip mobil-mobilan dan diberi tali yang di ikat pada lidi.

23. Permainan Anak Masak-masakan

Permainan Masak-masakan

Permainan masak-masakan ini adalah permainan anak-anak perempuan, dan bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih. Cara bermainnya hanya menggunakan alat-alat sederhana sebagai alat masak. Peralatan yang dugunakan biasanya terbuat dari tanah liat.

24. Permainan Tradisional Bambu Betung

Permainan Bambu Betung

Permainan ini biasanya hanya dilakukan oleh anak-anak di bulan menjelang puasa. Permainan ini juga biasa disebut meriam karena suaranya cukup keras. Permainan ini kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak apalagi di zaman yang sudah modern seperti sekarang

25. Permainan Anak Ketapel

Permainan Ketapel

Ketapel merupakan sebuah mainan sederhana yang berbentuk huruf Y yang bagian atas (kanan dan kirinya) disatukan dengan karet dan ditengahnya diikat sebuah kulit sebagai tempat batu yang akan dilontarkan. Ketapel ini biasa dimainkan oleh anak-anak kecil jaman dulu untuk berburu binatang seperti burung.

Bahan yang digunakan untuk membuat ketapel adalah ranting pohon jambu biji (jambu klutuk). Cara memainkannya sangat mudah. Setelah ketapel dibuat. Ambil batu, lalu taruh pada kulit (tempat batu yang akan dilontarkan). Lalu tarik dengan kuat, arahkan pada sasaran dan lepaskan.

26. Permainan Anak Petak Umpet

Permainan Petak Umpet

Anak-anak jaman dulu sering sekali memainkan permainan ini karena memang seru. Biasanya dilakukan di sore hari di pelataran rumah atau di kebun. Petak umpet adalah permainan sederhana yang dilakukan di luar rumah dan dilakukan oleh beberapa anak atau pemain.

Cara memainkannya mudah, yaitu pilih beberapa pemain yang mau ikut, lalu buat aturan permainannya, missal tidak boleh bersembunyi terlalu jauh.

Setelah aturan sudah dibuat, maka para pemain berusaha bersembunyi dan berusaha jangan sampai ketahuan, dan ada satu orang yang mencari mereka setelah dia di tutup matanya sambil menghitung sampai 100.

27. Permainan Tradisonal Bentengan

Permainan Bentengan

Permainan ini dilakukan 2 regu, tiap regu minimal 3 anak. Cara bermain bentengan adalah dengan merebut benteng lawan. Salah satu anak bertugas menjaga tempat yang dijadikan sebagai benteng (biasa adalah tiang listrik). Dan sisanya bertugas mengejar anggota regu lawan. Apabila ada anak yang tertangkap maka dia tidak bisa melanjutkan permainan. Begitu seterusnya hingga tersisa seorang anak si penjaga benteng.

Apabila bengteng berhasil dikuasai maka regu tersebut akan menjadi pemenang. Permainan ini sangat seru sekali, penulis dulu sangat senang bermain permainan benteng ini. Selain membutuhkan ekstra tenaga karena harus berlari mengejar musuh dan menghindari tangkapan musuh.

28. Permainan Anak Bola Kasti

Permainan Bola Kasti

Permainan bola kasti ini dulu ada di sekolah dasar khususnya saat jam olah raga. Dengan 2 tim yang saling bersaing untuk mendapatkan poin terbanyak (memukul bola atau menangkap bola lawan). Setelah berhasil memukul kemudian berlari memutari tempat bermain dan menuju titik akhir. Jika berhasil menuju titik akhir tanpa terkena lemparan bola (yang berhasil ditangkap lawan) maka dia mendapatkan poin.

29. Permainan Jaman Dulu Dorong Ban

Permainan Dorong Ban

Permainan tradisional dengan memanfaatkan barang bekas yaitu ban sepeda / motor yang sudah tidak terpakai. cara bermainnya adalah dengan mendorong ban sambil berlari dan menjaga ban untuk tetap berjalan. Dalam bermain dorong ban ini dibutuhkan keahlian dalam menyeimbangkan laju ban agar tetap terarah. Tidak kalah pentingnya adalah butuh tenaga untuk berlari mengiringi putaran roda ban tersebut.

30. Permainan Tradisional Hujan hujanan

Permainan Hujan hujanan

Permainan tradisonal paling murah meriah tanpa biaya adalah hujan-hujanan atau mandi hujan. Cara bermain hujan-hujanan adalah dengan membiarkan tubuh berada dibawah siraman air hujan bersama teman-teman. Ternyata bermainan hujan-hujanan sewaktu kecil bermanfaat untuk melatih ketahanan tubuh agar tidak mudah sakit lho.

31. Permainan Tarik Tambang

Permainan Tarik Tambang

Permainan ini membutuhkan kerjasama dan kekuatan anggota tim untuk dapat menang. Cara bermain tarik tambang adalah setiap regu / tim yang berhasil menarik regu / tim lawan melewati garis batas yang telah ditentukan akan menjadi pemenangnya.

32. Permainan Anak Tradisional Balap Karung

Permainan Balap Karung

Permainan anak-anak ini umumnya dapat ditemui ketika perayaan 17an didaerah. Kecepatan mengenakan karung dan berlari adalah kunci kemenangan permainan ini. cara bermain balap karung adalah setiap anak yang paling cepat menyelesaikan rute balapan (dari garis start menuju garis finish) adalah pemenangnya.

Keseruan pada permainan balap karung ini adalah ketika ada yang terjatuh dalam perlombaan, Cara mengenakan karung, melompat, dan berlari semua tak hentinya membuat tawa para penonton yang ada.

33. Permainan Tradisional Bakiak

Permainan Bakiak

Bakiak yang digunakan pada permainan ini adalah bakiak panjang yang terdiri dari beberapa pasang cantelan kaki. Permainan ini juga sering dijumpai pada perayaan 17 agustusan. Cara bermain bakiak adalah beberapa anak berjalan menggunakan bakiak yang terpasang menuju garis finish. Regu yang paling cepat sampai di garis finish adalah pemenangnya.

34. Permainan Anak Tahun 90ABC

Permainan ABC

Permainan trasional ini dimainkan paling sedikit 3 anak. Cara bermainan abc'an atau abc lima dasar adalah tiap anak bebas untuk mengeluarkan jumlah jari tangan, dan semua jari tangan anak dijumlahkan. Kemudian ditentukan nama-nama berdasarkan abjad yang didapat tadi. (misal berawalan "H").

Permainan ini mengasah wawasan tentang nama-nama hewan, benda, makanan atau lainnya. Jika ada anak yang tidak bisa menyebutkan nama-nama yang telah ditentukan maka anak tersebut mendapatkan hukuman (bisa berlari keliling, lompat 5 kali, dll).

35. Permainan Anak Tradisional Yoyo


Permainan anak dari kayu ini sangat terkenal pada era tahun 1980an. Terbuat dari bahan kayu yang berlubang pada poros tengah yang berfungsi untuk melilitkan tali. Cara bermain yoyo adalah mengikat tali pada poros tengah yoyo, kemudian ujung tali dimasukan ke jari dan lemparkan yoyo. Jika posisi yoyo sudah diujung tali maka haruis segera ditarik agar yoyo kembali menggulung, begitu seterusnya.

Keseruan dala permainan yoyo ini adalah durasi atau lamanya yoyo dimainkan dan gaya / teknik melempar yoyo.

36. Permainan Anak Jaman Old Dam-daman

Permainan Dam-daman

Permainan ini hampir mirip dengan permainanan catur. Setiap pemain harus bergantian menjalankan pionnya. cuma pada permainan tradisional dam-daman ini tidak ada skak math. Hanya ada makan atau dimakan. Biasanya anak - anak dalam permainan ini cukup menggunakan kapur kemudian digambarkan di lantai. Dan pionnya menggunakan batu kerikil.

37. Permainan Jaman Dulu Kapal Otok-otok

Permainan Kapal Otok-otok

Kapal otok ini adalah kapal kaleng dengan bahan bakar minyak sayur. Cara bermain kapal otok-otok adalah dengan menuangkan minyak sayur ke tempat bahan bakar dan menyalakan sumbunya. Jika sudah maka kapal akan bergerak dan berbunyi tok...took...toook.

Mainan Otok otok ini sangat terkenal pada tahun 1985an, dimana mainan ini bisa ditemukan di pasar pasar tradisional.

38. Permainan Tradisional Karambol

Permainan Karambol

Permainan anak menggunakan papan kayu berlubang 4 dan 1 set pin pipih beserta striker (gaco) yang harus ditaburkan crystal atau tepung agar licin. Permainan dimainkan dengan sistem poin atau jumlah anak karambol yang dapat di masukkan kedalam lubang oleh peserta, poin terbanyak memenangkan pertandingan.

39. Permainan Anak Dokter-dokteran

Permainan Dokter-dokteran

Permainan anak tradisional ini membutuh minimal 2 orang, satu sebagai dokter dan satu lagi sebagai pasien. Anak yang bertugas sebagai dokter akan bertindak layaknya seorang dokter profesional. Menanyakan keluhan dan memeriksa pasien kemudian memberikan obat kepada pasien. permainan ini membutuhkan imajinasi yang lumayan tinggi, dan beberapa peralatan yang digunakan sebagai alat periksa.

40. Permainan Tazoz

Permainan Tazos

Tazos adalah mainan hadiah yang di dapat dalam kemasan snack / makanan ringan. Bentuk Tazos sendiri sebenarnya bermacam-macam, mulai dari lingkaran, segi delapan, sampai lingkaran bergerigi (bentuk inilah yang paling terkenal di Indonesia). Bahan dasar pembuatanya pun bermacam-macam, ada yang dibuat dari plastik, seng, dan bahkan beberapa seri telah dihasilkan dari karton atau aluminium.

Cara bermain tazos adalah Tembak sasaran: Dua anak atau lebih mengumpulkan Tazos masing-masing dengan jumlah yang sesuai dengan kesepakatan. Kemudian Tazos ditumpuk ke atas, dan setiap anak memiliki hak untuk menembak tumpukan Tazos. Siapa yang bisa mengenai tumpukan Tazos tersebut berhak mengambil semua Tazos yang berada dalam tumpukan

Lempar Gambar / logo: Setiap anak memilih satu Tazos andalannya. Kemudian secara bersamaan, Tazos dilempar. Tazos yang jatuh dalam kondisi posisi gambar berasa di atas menjadi pemenang dalam permainan. Mirip seperti permainan lempar gambaran.

41. Permainan Jaman Dulu Lego Kampung

Permainan Lego

Lego adalah mainan bongkar pasang yang terbuat dari plastik dengan berbagai macam warna. Lego ini berbeda dengan lego yang biasa kita lihat sekarang, bentuknya lebih sederhana dan ukurannya sangat kecil dan harganya juga lebih murah. Mungkin

Cara bermain lego ini adalah dengan cara berbentuk seperti menyambung lego dan membentuknuya menjadi sebuah karya sesuai keinginan dan imajinasi. Model yang beredar waktu itu ada 2 namun bentuknya tidak jauh berbeda, yaitu bulat dan segi enam.

Keseruan dalam bermain lego seri pertama ini adalah ketika berhasil membuat / membentuk sebuah robot atau pesawat yang besar. Baca juga Asal usul dan sejarah puzzle.

42. Permainan Anak Adu Jangkrik

Permainan Adu Jangkrik

Permainan ini pernah ramai sekitar tahun 1990an, dimana anak-anak sering berkumpul untuk bermain adu jangkrik. Cara bermain adu jangkrik adalah dengan cara memasukkan 2 jangkrik dalam satu tempat. Biasanya menggunakan wadah bambu yang di bolongi. Untuk mengarahkan jangkrik menggunakan kilikan yang terbuat dari batang rumput.

Saat ini permainan jaman old ini sudah tidak ditemui. Lagi pula memang tidak baik untuk mengadu binatang apalagi sampai menyiksa. Jadi cukup kami saja ya yang pernah merasakan permainan adu jangkrik ini.

43. Permainan Anak Adu Ikan Cupang

Permainan Adu Ikan Cupang

Seperti halnya adu jangkrik, permainan adu ikan cupang ini marak pula pada saat itu. Beragam varian atau jenis ikan cupang banyak dijual diwarung warung atau toko penjual hewan khususnya ikan. Cara bermain adu ikan cupang ini adalah dengan cara mendekatkan 2 tempat / toples yang berisi ikan cupang.

Karena sifat alami ikan cupang yang bereaksi apabila melihat ikan cupang lainnya adalah mengembangkan sirip dekat insangnya (bahasa kerennya ngedok). Apabila kedua ikan cupang tersebut terlihat saling mengeluarkan kedoknya, maka keduanya bisa dimasukkan kedalam satu tempat/wadah yang lebih besar. Ikan cupang yang berhasil membuat lari musuhnya adalah pemenangnya.

44. Permainan Tradisional Lempar Air

Permainan Lempar Air

Permainan dulu sangat ramai dimainkan oleh anak-anak jaman old. Cara bermainnya adalah dengan mengisi plastik dengan air dan melemparkannya ke lawan. Dulu permainan ini sering dimainankan saat hujan atau di pinggiran sungai. Karena akan lebih mudah untuk mencari dan mengisi air sebagai peluru.

45. Permainan Anak Perempuan Pasang Gambar

Permainan Pasang Gambar

Permainan ini hampir bisa dipastikan adalah permainan khusus anak perempuan. Karena motif dalam gambaran ini adalah baju-baju perempuan. Cara bermain pasang gambar ini adalah dengan cara memasang baju ke gambar perempuan. Biasanya dalam 1 set terdapat 2 gambar perempuan dan sisanya adalah baju, sepatu, tas, dan aksesoris.

46. Permainan Kartu Kwartet

Permainan Kwartet

Permainan ini pernah hits pada tahun 1990an, dimana anak-anak sering mencari kartu kwartet. Kartu-kartu ini digunakan untuk bermain bersama teman. Cara  ermainnya mudah cuman di tos atau seperti cara bermain tepuk gambar diatas atau sekedar dihamburkan, kemudian yang menang yang masih terbuka, yang kalah yang tengkurap gambarnya. Pemenang boleh memiliki kartu milik lawan yang kalah. Atau bermain kwartet dengan cara mencari 1 seri kartu yang sama (biasanya terdiri dari 4 kartu). Pemenangnya adalah yang berhasil mendapatkan lebih cepat 1 set kartu yang sama.

47. Permainan Anak Jaman Old Monopoli

Permainan Monopoli

Di Indonesia, pada era 80 hingga 90an permainan ini sangat suka dimainkan anak-anak sepulang sekolah atau seusai belajar kelompok. Monopoli versi lokal pun telah menyesuiakan dimana nama propertinya diganti objek wisata terkenal, salah satu favoritnya adalah Brastagi. Karena jika lawan berhenti di tempat tersebut, pemiliknya bakal cepat kaya. Cara bermain monopoli adalah dengan menempatkan pion sesuai hasil kocokan dadu yang dilempar. Jika jumlah nilai dadu 12, maka berhak berjalan 12 langkah.

48. Permainan Anak Jaman Dulu Ular Tangga

Permainan Ular Tangga

Permainan ini sepertinya tidak lepas dari masa kanak-kanak Anda. Sebuah game untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah "tangga" atau "ular" yang menghubungkannya dengan kotak lain. Jujur saja, mungkin Anda pernah melakukan perbuatan curang ketika  dadu yang digulirkan memperlihatkan jumlah langkah menuju jebakan 'betmen' itu.

Cara bermain ular tangga adalah dengan cara menempatkan pion sesuai hasil kocokan dadu (sama seperti permainan monopoli sebelumnya). Bedanya permainan ular tangga dengan monopoli adalah pada permainan ular tangga dinyatakan menang apabila ada pemain yang berhasil berhenti tepat di kotak finish (biasanya ditandai dengan nomor 100). Sedangkan pada monopoli pemain dianggap menang jika memiliki banyak tempat yang berhasil dibeli.

49. Permainan Jaman Dulu Keong

Keong Mainan Anak

Keong mainan anak ini dulu sangat diminati oleh anak-anak sekolah dasar. Aneka keong atau kumang atau kelomang ini biasanya dihiasi dengan gambar-gambar lucu. Ada pula yang dihias dengan menambahkan gerobak yang terbuat dari kardus / kotak bekas korek api. Cara bermain adu keong adalah dengan cara menempatkan keong-keong tersebut pada jalur lomba. Dan keong siapa yang berhasil sampai pada garis finish adalah pemenangnya.

50. Permainan Ayam dan Elang

Permainan Ayam dan Elang

Pada permainan anak tk paud ini, ada seorang anak yang menjadi si elang dan sisa anak lainnya menjadi si ayam. Anak yang menjadi si ayam di pimpim oleh seorang anak yang disebut Induk. Para anak ayam ini berbaris (rombongan) kebelakang dan berpegangan pada anak yang berada didepannya.

Cara bermainnya adalah anak yang menjadi si elang ini harus bisa mengambil / menangkap anak ayam yang berada dalam barisan ayam. Anak yang menjadi induk ayam harus bisa menjaga / menghalangi si elang. Jika ada anak yang berhasil tertangkap, maka dia keluar dari barisan si ayam.

51. Permainan Tap Jongkok


Permainan tap jongkok (petak jongkok) adalah permainan yang dilakukan dengan berjongkok untuk menghindari pengejar. Permainan ini dimainkan oleh banyak anak dan tidak memerlukan alat bantu.

Caranya bermainnya adalah ada seorang anak yang bertugas untuk menangkap teman-temannya. Nah, jika si anak ini berhasil menyentuh/memegang temannya sebelum jongkok atau berkata "TAP", maka temannya itulah yang akan menggantikan dia untuk menjadi penangkap.

52. Permainan Hula Hoop

Permainan Hula Hoop

Hula hoop adalah sebuah lingkaran yang biasanya terbuat dari plastik dan kayu rotan. Ukuran atau diameter lingkarannya juga bervariasi, dari 0,5 meter sampai 1 meter, sehingga bisa memilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan atau bentuk tubuh. Cara bermain hulahoop adalah dengan cara memutarkan / menggoyangkan hulahoop dengan pinggul.

Permainan Modern Anak Jaman Now


Nah itulah 52 jenis permainan tradisional indonesia yang pernah populer pada jaman old. Pengertian dan nama permainan tradisioanal bisa saja berbeda pada tiap-tiap daerah. Jika ada kekurangan atau ada permainan yang belum tertulis diatas silahkan tulis pada kolom komentar dibawah. Semoga artikel Permainan Tradisional Anak Anak Jaman Dulu ini bisa mengingatkan akan kenangan permainan masa kecil yang pernah kita mainkan pada zaman dahulu saat kita masih menjadi anak-anak.
Share this article :
 
Copyright © 2018. SEBUTIK EDUTOYS