CS: 085643395684 (wa) - 081353004800 (call) LIBUR LEBARAN 11 s/d 25 JUNI 2018

Cara Terbaik Melatih & Mengajari Anak Berbicara

Terapi Bicara Melatih Anak Berbicara


Berbicara adalah salah satu bentuk komunikasi utama yang paling sering dilakukan dalam lingkungan keluarga. Dengan berbicara akan membuat hubungan antar anggota keluarga, orangtua dengan anak menjadi lebih harmonis. Baca pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dengan anak.

Memiliki anak-anak yang sedang memasuki tahap perkembangan akan menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi setiap orang tua. Termasuk ketika anak mulai bisa untuk diajak berbicara, mereka paham dengan apa yang Anda katakan dan mereka juga bisa meminta apa yang mereka mau. Ini akan mendorong komunikasi yang sangat sehat antara orang tua dan anak.

Pada umumnya anak sudah mengeluarkan bunyi huruf vokal seperti A, I, U, E, O setelah berusia lebih dari 6 bulan. Kemudian kemampuan mengoceh anak akan terus bertambah. Namun juga ada anak yang sudah berusia lebih dari 2 tahun dan selalu saja diam. Meskipun mereka selalu bersikap mengerti apa yang dibicarakan oleh orang tua.

Melatih Anak Berbicara

14 Cara Melatih Anak Cepat Berbicara


Dibawah ini adalah beberapa cara melatih anak berbicara agar cepat bisa. Apa saja sih caranya? Simak selengkapnya disini.

1. Sering mengajak anak berbicara

Otak anak memiliki masa perkembangan yang sangat luar biasa mulai dari usia o sampai 6 tahun. Ketika anak masih berusia kurang dari 2 tahun maka orang tua harus sering mengajak bicara pada anak untuk mencegah anak lambat bicara. Meskipun anak memperlihatkan sikap tidak acuh atau tidak mau tahu, namun mereka sebenarnya menyerap banyak kosa kata. Karena itu ketika awal anak bisa berbicara mereka bisa mengeluarkan sebua pertanyaan seperti “Apa?” atau kata yang lain. Ketika orang dewasa berbicara maka bagian otak anak menyerap semua kalimat dengan baik. Karena itu meskipun mereka saat belum bisa berbicara, tapi mereka bisa melakukan apa yang Anda minta.

2. Gunakan kalimat pendek

Untuk mengajari anak pada tahap awal maka biasakan untuk berbicara dengan kalimat pendek. Ini akan membantu anak untuk bekerja dengan cara mencerna kalimat orang tua dan berusaha mengerti apa yang dimaksud. Saat Anda membicarakan sesuatu yang penting maka berikan intonasi yang jelas namun tidak tinggi. Jangan terbiasa membentak atau berbicara keras di depan anak karena bisa menyebabkan trauma.

3. Selalu sebut nama anak ketika berbicara

Jika Anda ingin mengajak anak untuk berbicara maka awalnya biasanya untuk menyebut nama anak. Sebut dengan nama kesayangan mereka untuk menarik perhatikan. Hindari berkomunikasi tanpa menyebut nama. Nama menjadi salah satu alat perantara untuk meningkatkan kontak mata yang kemudian bisa membantu anak perhatian dengan apa yang Anda ucapkan. Ini cara melatih anak berbicara yang sangat membantu anak merasa dihargai.

4. Selalu berikan waktu saat anak ingin bicara

Salah satu cara mendidik anak usia dini adalah dengan tidak memutuskan waktu ketika anak sedang berbicara. Hal ini membuat anak menelan ide mereka atau bahkan tidak berani untuk bicara lagi. Berikan waktu kepada anak untuk berbicara sesuai dengan kemampuan kata-kata mereka. Meskipun mereka tidak bisa menjelaskan dengan pasti dan urut tentang apa yang mereka bicarakan. Langkah ini akan membantu anak untuk terus belajar berbicara dengan baik.

5. Biarkan anak bicara saja tanpa memaksa

Bagaimanapun mereka masih anak-anak dan terkadang berbicara dengan tidak jelas. Karena itu Anda bisa mencoba untuk membiarkan anak ketika mereka berbicara. Pahami saja apa yang diinginkan oleh anak dan biarkan mereka berbicara dengan apa yang mereka bisa. Jangan menyalahkan anak karena ini bisa membuat anak marah atau malu. Jika terus terjadi maka bisa menghambat kemampuan bicara anak.

6. Ulangi setiap kata yang tak jelas

Terkadang anak tidak mau bicara karena merasa takut ketika ada kesalahan. Misalnya jika Anda meminta mereka untuk melepas sepatu, maka mereka bisa saja langsung melepas sepatu. Namun Anda tidak boleh membiarkan anak hanya diam saja. Minta anak untuk mengulangi apa yang Anda minta lalu berikan kesempatan kepada anak untuk mengerti maksud Anda. Dan Anda juga harus bersikap sama. Ketika anak mencoba untuk bicara namun tidak jelas maka ulangi apa yang dimaksud anak Anda dengan kata-kata.

7. Mengajak anak untuk bernyanyi

Anak-anak selalu merasa senang dengan lagu – lagu dan nyanyian. Beberapa lagu khusus untuk anak juga harus bersifat ringan dengan bahasa yang mudah dipahami. Karena itu Anda bisa mencoba untuk memutar kaset nyanyian lalu bernyanyilah di depan anak. Ajak anak untuk bernyanyi dan menarik bersama. Jika anak hanya mau menari maka itu sudah sangat baik, karena suatu saat mereka juga akan tertarik untuk mengucapkan kata-kata. Sebuah perubahan biasanya terjadi ketika anak mulai mengucapkan huruf akhir dari sebuah kata-kata dalam nyanyian. Jika sudah seperti ini maka ajak anak untuk terus berbicara.

8. Mengulang cerita

Terus menerus mengulang cerita mungkin bisa membuat orang tua merasa bosan dan kurang termotivasi. Tapi tahap ini akan diterima anak dengan cara yang berbeda. Mereka akan membantu anak mendapatkan kosa kata yang semakin banyak. Anak juga akan menghafal berbagai alur cerita yang sebenarnya sudah mereka mengerti. Ini akan memancing keseimbangan fungsi otak kanan dan otak kiri. Efeknya anak bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya dan merasa senang ketika cerita itu benar. Dan kemudian anak bisa bicara pelan – pelan untuk menanggapi apa yang diceritakan orang tua. Cara ini bisa menjadi terapi anak terlambat bicara.

9. Berbicara dengan diri sendiri di depan anak

Banyak anak yang sebenarnya sudah bisa berbicara namun mereka malas untuk mengeluarkan ucapan dari bibir mereka. Ada banyak faktor misalnya untuk anak yang terkena ciri ciri anak autis. Dunia anak terlihat sendiri dan berbeda dengan orang tua. Namun orang tua bisa menarik perhatian anak untuk memancing mereka agar mau berbicara. Caranya dengan banyak berbicara dengan diri sendiri di depan anak. Anggap misalnya Anda bertanya pada diri Anda sendiri, dan Anda juga yang akan menjawab. Saat melihat seperti itu otak anak akan bekerja untuk melihat bagaimana sebuah percakapan di mulai.

10. Ajak anak berinteraksi dengan bermain

Ketika anak sulit bicara maka itu tidak selalu kelainan psikologis. Ada beberapa hal yang membuat anak sulit bicara, misalnya tidak tahu cara berinteraksi dengan orang lain. Untuk melatih hal ini maka orang tua harus sering mengajak anak berbicara kemudian lakukan percakapan secara dekat. Ketika anak diam atau bermain sendiri, maka ajak anak untuk bermain bersama. Tunjukkan bahwa Anda tertarik dengan mainan itu dan membutuhkan teman. Cara ini sangat baik untuk mengajarkan cara berkomunikasi dengan orang lain dan juga cara agar anak cepat jalan jika ada masalah itu.

11. Ajak anak membaca buku cerita

Membaca buku cerita bersama dengan anak bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan. Ingat bahwa cara ini tidak hanya Anda yang bercerita dan anak mendengarkan, tapi anak juga harus diajak untuk berbicara. Misalnya Anda membacakan tentang buku yang berisi cerita hewan. Maka jelaskan tentang warna hewan itu, ciri khas hewan itu, bagaimana hewan itu makan dan minum, serta dimana hewan itu tinggal. Kemudian setelah Anda menjelaskan maka tanyakan kepada anak secara berulang-ulang.

Jika Anda mencoba untuk mengeluarkan kata-kata meski belum benar maka berikan tepuk tangan. Ini akan membuat anak semangat untuk berbicara. Secara tidak sengaja maka Anda juga sudah melakukan cara mengajari anak membaca dengan baik. Baca manfaat mendongeng bagi anak.

12. Berbicara dengan beberapa bahasa

Tidak ada batasan usia khusus yang bisa membuat anak mempelajari bahasa asing. Mengenalkan bahasa asing sejak dini akan membantu kemampuan otak anak berkembang dengan baik. Ini juga mendorong anak agar paham ketika diajak berbicara. Jangan marah atau sedih jika anak belum mau bicara dengan satu bahasa, mungkin mereka tertarik dengan bahasa lain. Anda bisa mulai dengan bahasa ibu yang menjadi bahasa asli, kemudian mulai pelan dengan bahasa lain. Ucapkan kata – kata itu ketika Anda mengerti apa yang dilakukan oleh anak agar mereka paham dan mengingat bahasa yang sesuai. Ini akan menjadi cara mendidik anak agar cerdas dan cara mendidik anak agar percaya diri.

13. Sediakan waktu khusus tanpa suara lain di rumah

Beberapa anak yang terlalu sering menonton TV memiliki kemampuan bicara yang lambat. Beberapa acara khusus anak juga mengajarkan tidak berbicara dengan benar. Karena itu saat Anda mengajak bicara dengan anak maka matikan TV atau sumber suara yang lain. Cara ini akan membantu anak bisa mengerti apa yang Anda bicarakan. Kemudian mereka menyadari bahwa berbicara dengan orang lain lebih menyenangkan.

14. Ajari anak sesuai tahap usia

Orang tua tidak bisa harus memaksa anak untuk cepat bicara agar mereka bisa berkomunikasi. Anda harus melihat berapa umur anak Anda dan bagaimana perkembangan kecerdasan anak. Cara ini akan membantu Anda tidak menekan anak yang bisa menyebabkan anak stres, tertekan dan justru tidak mau bicara. Anda harus bersikap sabar dan memahami perkembangan anak sesuai dengan usia. Baca juga

Tahapan Perkembangan & Kemampuan Bicara Anak


Orangtua sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan kemampuan bicara anak. Jadi, ketika terlihat ada yang tidak sesuai dengan tahap usia, mereka bisa segera mencari solusinya. Tahap perkembangan bicara anak secara garis besar adalah sebagai berikut:

Anak Usia 0 - 4 bulan: anak sudah tertarik dengan suara, nada suara, mencari sumber suara dan mulai meniru suara tertentu namun tidak jelas.
Anak Usia 4 - 7 bulan: anak sudah bisa mulai mengoceh meskipun tidak jelas. Anda bisa mengajak anak berbicara huruf vokal saja.
Anak usia 1 - 12 bulan: anak suka menjerit, mengeluarkan suara keras dan kata pertama bisa saja muncul pada tahap usia ini.
Anak usia 12 - 18 bulan: anak mulai bisa mengerti bahasa, mengumpulkan kosa kata dan mulai berbicara lebih banyak.
Anak usia 18 - 30 bulan: anak mulai bisa berbicara lebih banyak dengan kalimat pendek dan pertanyaan.

Tapi, bagaimana apabila anak ternyata sulit untuk berbicara? Masalah ini tentunya harus diwaspadai oleh para orangtua. Kalau dibiarkan, maka anak akan terlambat bicara dan kesulitan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Apabila seorang anak yang berusia sekitar 2-3 tahun belum juga lancar bicara, maka bisa dianggap mengalami keterlambatan bicara. Baca

Perlu diingat, anak yang terlambat bicara tidak bodoh. Mereka memiliki tingkat kepintaran yang sama dengan anak normal lainnya kok. Keterlambatan bicara pada anak bisa terjadi karena banyak faktor, seperti kurang pendengaran karena infeksi telinga sehingga anak sulit untuk memahami dan menggunakan bahasa, lalu ada gangguan pada otak anak sehingga ia sulit menggunakan lidah, bibir, dan rahang untuk berbicara, kemudian kurang berinteraksi dengan orangtua, dan terlalu sering menonton televisi.

Daripada terus dikuasai oleh rasa khawatir yang berlebihan, Anda sebaiknya mulai mengatasi masalah ini untuk menghindari dampak psikologis yang bisa terjadi pada anak. Anda bisa menerapkan Cara Terbaik Melatih & Mengajari Anak Berbicara diatas.

Kemampuan mulai bicara anak terkadang berbeda-beda. Anda tidak bisa menyamakan dengan anak orang lain yang sudah berbicara, dan jangan membandingkan di depan anak. Cara ini bisa membuat anak tidak percaya diri dan merasa malu. Terus bersabarlah untuk mengajari anak bisa berbicara dengan baik.
Share this article :
 
Copyright © 2018. SEBUTIK EDUTOYS